KONEKSI ANTAR MATERI (Kesimpulan Refleksi Modul 1.1) PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA
Salam Guru Penggerak…….. !
Bergerak........!
Tergerak........!
Menggerakkan........!
Perkenalkan saya Mulyadi.A, S.Pd.,M.Pd dari SDN 04 Sungai Gadiang Solok Selatan
CGP Angkatan 11 Kabupaten Solok Selatan.
Setelah mempelajari Modul 1.1 tentang filosofi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Saya mengambil kesimpulan tentang pemikiran-pemikiran beliau itu, bahwa mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani. Hal ini sesuai dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pengembangan budi pekerti (olah cipta, olah karya, olah karsa, dan olah raga) yang terpadu menjadi satu kesatuan yang utuh mencapai kebahagiaan sesuai dengan kodratnya sebagai manusia dan anggota masyarakat.
Prinsip kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara menekankan pada keteladanan, pemberian motivasi serta pendampingan dalam mendidik. Adapun prinsip tersebut sebagai berikut: 1. Ing ngarso sung tuladho (maka orang tua atau guru sebagai suri tauladan anak dan siswa). 2. Memberikan dukungan dan semangat atau gagasan yang mendukung (Ing madya mangun Karso 3. Dibelakang memberikan motivasi (Tut wuri handayani)
Konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dengan sistem Among yang mengedepankan kasih sayang dan keteladanan serta penghormatan kepada siswa sebagai individu yang unik, untuk membangun jadi dirinya. Ki hadjar Dewantara mengembangkan pendidikan kerakyatan yang mewarnai anak atau peserta didik mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat yang dijadikan tri pusat pendidikan.
Pendidikan kerakyatan sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi kepada kepentingan kebutuhan rakyat bukan untuk kalangan elite.
Ki Hadjar Dewantara mengembangkan pendidikan berlandasan pada lima prinsip dasar yang berasaskan Kemerdekaan, Kodrat Alam, Kebudayaan, Kebangsaan, kemanusiaan
Sebelum mempelajari modul 1.1 tentang refleksi pemikiran Kihadjar Dewantara saya sebagai guru mempercayai beberapa hal diantaranya:
Guru menjadi pusat dalam pembelajaran
Guru dituntut menguasai Teknik dan strategi pembelajaran agar mampu mengelola kelas yang baik. Sedangkan murid hanya menunggu materi yang diberikan guru, tanpa ada inisiatif untuk mencari sumber lain. Jadi intinya peserta didik hanya mendengarkan apa materi yang disampaikan guru, duduk dengan tenang setia menunggu pentransferan ilmu dari guru yang kebanyakan guru menggunakan metode ceramah yang tidak mengaktifkan peserta didik. Peserta didik hanya menoton saja, tanpa berusaha menggali potensi dirinya.
Guru masih menggunakan sanksi atau hukuman bagi peserta didik yang melanggar aturan tata tertib sekolah, walaupun tidak sepenuhnya berhasil. Tetapi anak terbiasa patuh jika ada sanksi yang diterima Ketika membuat kesalahan. Sanksi atau hukuman ini diberikan agar anak tidak mengulanginya atau jera. Contohnya memberikan sanksi ketika anak tidak membuat pekerjaan rumah.
Pembelajaran terfokus pada selesainya materi dan pencapaian KKM (mengutamakan aspek kognitif anak). Jadi pembelajaran membosankan bukan hanya bagi anak tapi bagi saya pribadi juga. Begitu juga proses pembelajaran yang aktif hanya guru. Mediapun dalam proses pembelajaran hanya apa adanya, bahkan ada yang tidak menggunakan, begitu juga dengan buku sumber materi hanya cukup satu yang menggali informasi yang dangkal. Jangankan mencari bahan ajar atau materi pembelajaran menggunakan gadget. Membawa gadget saja dilarang baik oleh guru maupun orang tua karena takut salah gunakan.
Setelah saya mempelajari modul 1.1 tentang filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara, ada beberapa hal yang mulai berubah dari pemikiran saya sebagai guru diantaranya:
Merubah pola pemikiran, Merubah pola pemikiran saya, bahwa seorang pendidik tidak menjadi sumber utama lagi dalam pembelajaran, karena pada zaman sekarang anak bisa mengakses melalui internet materi-materi pelajaran yang berkaitan dengan mata Pelajaran. Begitujuga bisa menggunakan alam media nyata untuk berproses.
Merubah mindset, Merubah mindset saya, bahwa kita tidak harus menuntut anak untuk bisa dan memaksakan kehendak kita, kita yang harus menuntun dan menghamba kepada siswa kita, menghamba disini saya artikan sebagai menuntun atau membimbing siswa kita sampai mereka menemukan potensi didalam diri mereka sesuai dengan kondrat alam dan kodrat zamannya. Pembelajaran lebih terpusat pada siswa, guru hanya menuntun, mengarahkan.
Merubah perilaku, Merubah perilaku saya, dengan mengemas pembelajaran lebih menarik agar motivasi belajar siswa meningkat.
d. Memfasilitasi atau memberikan seutuhnya kebebasan pada peserta didik untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan, minat, bakat dan kreatifitasnya.
Tidak lagi memberikan sanksi, Tidak memberikan sanksi pada siswa yang lupa atau bahkan tidak bisa mengerjakan tugas yang saya berikan.
Beberapa hal yang ingin saya terapkan untuk lebih baik lagi sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara di kelas yang saya ampu diantaranya:
Melakukan perubahan, Perubahan konkret yang akan diterapkan, diantaranya dengan berusaha penuh meninjau kembali kondisi awal peserta didik, mempelajari latar belakang peserta didik agar bisa sepenuhnya menjadi fasilitator dengan tingkat keragaman yang tinggi, serta perlakuan yang berbeda-beda pula sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.
Melibatkan Peserta didik/ siswa, Melibatkan peserta didik/siswa untuk merancang kesepakatan kelas atau aturan kelas sepanjang pembelajaran berlangsung agar tujuan pembelajaran tercapai
Merancang pembelajaran yang inovatif dan interaktif, Saya akan merancang pembelajaran yang inovatid dan interaktif dengan melibatkan peserta didik/ siswa.
Focus pada proses Pembelajaran Lebih focus pada proses dari pada target, Penilaian tidak lagi dilakukan dengan berfokus pada penilaian Kognitif (penilaian pengetahuan) saja, melainkan menjadi satu kesatuan dengan penilaian Afektif (penilaian Sikap), dan penilaian Psikomotor (penilaian Keterampilan) secara bersamaan, dalam bentuk umpan balik untuk dapat menentukan keberhasilan belajar peserta didik
Menerapkan Pembelajaran mengutamakan aspek budi pekerti, saya menerapkan Pembelajaran yang mengutamakan aspek budi pekerti, dan membimbing anak bersikap sopan, santun antar sesama baik dilingkungan sekolah, keluarga maupun di lingkungan masyarakat.
Menerapkan proses pembelajaran bermakna, Saya akan menerapkan proses pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik denga memberikan kebebasan pada mereka untuk berkreasi atau beraktifitas sesuai dengan pengalaman dan kodratnya sebagai individu yang unik.
Hanya itulah kesimpulan dan refleksi saya tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara yang dapat saya tuangkan dan paparkan dalam artikel Koneksi Antar Materi, Semoga Bermanfaat.
LINK FILE dowload
https://drive.google.com/file/d/1e-28y3LCEszhJ1ZGgr95vF_qLP2VDUM0/view?usp=sharing

Lanjut terus Pak👍👍
BalasHapusTerimakasih support dan motivasinya bu
BalasHapus